Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari hasil pembelajaran pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara. antara lain :
1. Posisi peserta didik pun tidak hanya sekedar pasif laksana cangkir kosong yang siap menerima air kapan dan dimanapun. Akan tetapi peserta didik harus aktif, kreatif dan dinamis dalam berinteraksi dengan gurunya, sekaligus dalam upaya pengembangan keilmuannya. Peserta didik mempunyai kesempatan untuk belajar sesuai dengan gayanya sendiri.
2. Guru berubah dari sebagai sumber belajar menjadi peran sebagai fasilitator, artinya guru lebih banyak sebagai orang yang membantu siswa untuk belajar.
3. menghidupkan kembali permainan-permainan tradisonal yang menjadi kearifan lokal budaya daerah masing-masing yang dapat membangkitkan kreatifitas dan kecerdasan peserta didik serta mengajarkan anak bersosialisasi, saling menghargai sesama teman. Pengetahuan dan pengalaman menjadikan kita lebih dewasa dalam bertindak dan berpikir.
4. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara terkait budi pekerti menginspirasi kita untuk menanamkan dan membiasakan diri untuk melakukan hal-hal baik yang layak dan patut dicontoh oleh peserta didik. Kita sebagai pendidik menjadi tauladan yang akan digugu dan ditiru oleh peserta didik. Setiap ucapan, pikiran, dan perbuatan kita akan menjadi inspirasi bagi mereka yang akan mengubah mereka di masa depan.
5. Pandangan Ki Hajar Dewantara yang menarik untuk dikaji lebih mendalam yaitu yang mengibaratkan pendidikan layaknya sebuah taman. Taman yang di mana merupakan sistem tempat untuk bertumbuh kembangnya tanaman beserta buahnya, serta tukang kebun yang rutin merawat dan menikmati hasilnya. Hal yang ditekankan bahwa baik-buruknya hasil tanaman, tugas dari tukang kebun hanya bisa memperbaiki atau memperindah jenis tanaman yang dihasilkan. Begitu pula dengan pendidikan bagi anak-anak.
6. Pandangan Ki Hadjar Dewantara mengenai padi diibaratkan olehnya seperti anak (murid) dalam melaksanakan pendidikan. Ibarat petani sebagai guru yang menyebarkan benih atau bibit padi, tidak bisa memaksakan tanaman padi menjadi tanaman lainnya. Hal tersebut juga dimaksudkan kepada anak-anak yang sudah mempunyai minat dan bakatnya masing-masing, tidak bisa dipaksa untuk menjadi apa yang diinginkan oleh guru atau orang tua untuk tujuan tertentu.
7. Ki Hadjar Dewantara juga menegaskan bahwa petani tidak boleh membedakan darimana asal padi, pupuk, dan hal lainnya, karena minat anak begitu beragam dan berbeda-beda, namun mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas atas kemauannya sendiri.
Komentar
Posting Komentar